Your Ad Here

Wednesday, July 11, 2007

PSB (Pasti Sibuk Banget, Penantian Siswa Baru atau Penerimaan Siswa Baru)

hari ...
ini aku sengaja datang ke warnet bercita-cita membantu OP biar ndak terlalu repot dan bingung menghadapi banyaknya user. Ini adalah hari pertama pengumuman PSB (Penerimaan Siswa Baru) SMPN, SMAN dan SMKN. Tiba di warnet kok dari luar seperti antrian bayar rekening listrik atau telpon tanggal 20 yah (tenggat akhir) ? Pada antri dan berjubel.
pengap ...
diruang warnet tidak bisa dikalahkan oleh kekuatan 2 AC yang menyembur. Suara ruangan yang biasanya nyaman, tenang dan hanya tersengar suara musik pengiring dan klak klik para user sekarang berubah menjadi suara pecah persis pasar.
Ada yang tertawa terbahak dan ada yang menjerit sedih. OP juga dikerubuti orang tua yang ingin langsung lihat di monitor OP karena ndak sabar antrian. Waduh ... gimana yah ? Habis lihat pengumumannya, langsung minta dicetak. Hari ini banyak menghabiskan kertas buat printing.
kecolongan ...
user masih juga terjadi. Rombongan ABG yang duduk di box 1 "nyelonong kuda" setelah pakai. Ndak sadar soalnya kita juga repot melayani para user yang ndak sabar lihat hasil test PSB. Tapi ... ya ndak apa apa lah. Mungkin dia ndak diterima di SMA Negri. Jadi mungkin dia kecewa dan sakit hati trus lupa bayarnya :D
kasihan ...
juga cewek kecil dan manis yang baru masuk dan membawa sehelai kertas bertuliskan nomor pendaftaran dan namanya. Risqo Ulvia. Kondisi terdesak para ibu-, dia menyodorkan kertasnya. Mas, nomernya ini, sambil terdesak kekanan dan kekiri dia berusaha mendapatkan perhatian OP biar didahulukan. Langsung saja diambil secuil kertas itu dan dicarikan hasil pengumuman menurut nomor pendaftaran si cewek imut tadi. Hasilnya " DITOLAK ". Dari tiga sekolah yang dipilih ternyata tidak satupun yang menerima. Kasimaaan ... walah ... kasihaaan. Melas sekali wajahnya. Dia minta dicetakkan hasilnya. Buat apa yah kira-kira? Kan sudah tahu kalo ndak lulus tes masuk ? Mungkin buat kenang-kenangan yah ? Tapi yang penting, bukan status sekolahnya. Mungkin ada yang lebih penting dari status Negri atau Swasta. Kemampuan belajar. Kalo misal bisa masuk SMP Negri tapi ndak pernah belajar dan tambah "dodol-bin mengong" atau masuk sekolah swasta tapi belajar rajin dan tekun kemungkinan kan masih bisa lebih pandai dari anak SMP Negri. Yang penting hasil akhirnya nanti. Aku bilang, Dik, Masalah negri atau swasta itu nomor sekian sekian. Yang penting nanti bisa masuk SMA Negri. Sekarang belajar aja yang serius biar ndak kecewa lagi nanti kalo mau masuk SMA. OK ? Lha ... kok malah tambah berkaca-kaca yah si Adik? Apa salah kata yah ?
istirahat ...
keluar sambil minum secangkir kopi dan merenung. Kasihan juga para siswa yang ditolak. Apa ada sekolah swasta yang murah yah? Ada sekolah swasta tapi muridnya pada amburadul, beringas dan urakan. SMP P**I. Image nya yang jelek, kumpulan anak bodoh yang terbuang, kumpulan ABG berandal, kumpulan ABG tak bermoral. Mudah-mudahan image itu salah. Kembali meneguk kopi pahit. Ternyata tidak semua hari ini senang. Saya sih senang soalnya banyak user hari ini :D hehehe, tapi banyak juga user yang sedih. Yah ... Ku habiskan saja kopi ku dan kembali melayani user yang terus menunggu perkembangan terakhir PSB ( Penerimaan Siswa Baru, Penantian Siswa Baru atau Pasti Sibuk Banget yah? )

1 comment:

NN said...

perasaan kamu lebut banget ya, jarang orang yang care ma nasib orang yang lainnya